Ange Postecoglou Mengaku Terburu-buru Terima Nottingham Forest: Penyesalan Setelah Meninggalkan Tottenham

Bagikan

Ange Postecoglou mengakui bahwa keputusannya menerima pekerjaan di Nottingham Forest datang terlalu cepat setelah ia meninggalkan Tottenham Hotspur. Ia menyebut langkah tersebut sebagai kesalahan yang sepenuhnya menjadi tanggung jawabnya.

Ange-Postecoglou-Mengaku-Terburu-buru-Terima-Nottingham-Forest-Penyesalan-Setelah-Meninggalkan-Tottenham

Pelatih asal Australia itu dipecat Spurs pada musim panas lalu, meskipun baru saja mengakhiri puasa trofi 17 tahun klub dengan memenangkan Liga Europa. Keberhasilan tersebut seharusnya menjadi momen puncak, namun justru diikuti periode penuh ketidakpastian dalam kariernya.

tebak skor hadiah pulsa 100k  

Dalam podcast The Overlap, Postecoglou mengungkapkan bahwa ia merasa kehilangan arah setelah tidak bekerja untuk pertama kalinya dalam lebih dari dua dekade. Kondisi itu membuatnya terburu-buru menerima tawaran Forest tanpa pertimbangan mendalam.

AYO DUKUNG TIMNAS GARUDA, sekarang nonton pertandingan bola khusunya timnas garuda tanpa ribet, Segera download!

aplikasi shotsgoal  

Situasi Sulit di Nottingham Forest dan Minimnya Dukungan

Postecoglou menilai lingkungan di Nottingham Forest tidak sesuai dengan visinya. Ia merasa klub tidak sepenuhnya menginginkan perubahan yang ingin ia bawa, sehingga pendekatannya sulit diterima oleh pemain maupun staf.

Forest saat itu tengah berada dalam situasi tidak stabil, dengan tekanan besar dari pemilik klub, Evangelos Marinakis, yang menuntut hasil instan. Postecoglou menyadari bahwa ekspektasi tinggi tersebut tidak sejalan dengan proses pembangunan tim yang ia yakini.

Ia juga mengungkapkan bahwa hubungan dengan suporter dan pemain tidak pernah terbangun dengan baik. Tanpa momentum kemenangan dan koneksi emosional, posisinya menjadi semakin rentan di tengah tekanan kompetisi Liga Inggris.

Baca Juga: Michael Carrick Ingin Kembalikan Marcus Rashford ke Old Trafford

Pemecatan Cepat dan Kekacauan Manajerial Forest

Pemecatan-Cepat-dan-Kekacauan-Manajerial-Forest

Karier Postecoglou di Forest berakhir singkat setelah 39 hari tanpa kemenangan dan serangkaian hasil buruk. Ia bahkan dipecat hanya 19 menit setelah kekalahan beruntun melawan Chelsea, sebuah momen yang menegaskan kerasnya dunia sepak bola modern.

Musim tersebut menjadi cerminan kekacauan manajerial di Forest, yang beberapa kali mengganti pelatih dalam satu musim. Pergantian cepat ini memengaruhi stabilitas tim dan membuat klub terjebak dekat zona degradasi.

Postecoglou menyebut bahwa secara strategis, proyek tersebut memang sulit berhasil sejak awal. Ia menilai dirinya terlalu optimistis melihat potensi skuad tanpa memahami kompleksitas situasi internal klub.

Pelajaran Karier dan Refleksi Mendalam Sang Pelatih

Postecoglou kini melihat pengalaman di Forest sebagai pelajaran penting dalam karier kepelatihannya. Ia menyadari bahwa setiap proyek membutuhkan keselarasan visi antara pelatih, manajemen, dan pemain.

Ia juga menekankan pentingnya melalui masa sulit untuk membangun kepercayaan tim, seperti yang pernah ia lakukan di Tottenham. Tanpa waktu dan dukungan, filosofi permainan tidak akan berkembang secara maksimal.

Pada akhirnya, Postecoglou mengakui bahwa ambisinya untuk segera kembali bekerja telah membutakannya terhadap realitas. Pengalaman ini menjadi pengingat bahwa dalam sepak bola, keputusan yang terburu-buru dapat berdampak besar pada karier dan reputasi seorang pelatih. Simak terus pembahasan sepak bola terupdate lainnya hanya di goalsaleov.com.