Raheem Sterling tengah berada di titik terendah dalam kariernya bersama Chelsea. Didatangkan dengan nilai besar dari Manchester City, ekspektasi terhadap pemain sayap Inggris itu sempat begitu tinggi. Dibawah ini akan ada pembahasan berita bola menarik lainnya di GOAL SALE.

Namun, performa yang tak kunjung konsisten membuat posisinya perlahan tersisih dari rencana tim utama. Situasi semakin memburuk ketika Sterling tidak lagi dilibatkan dalam latihan reguler bersama skuad utama. Ia harus berlatih terpisah, bahkan di lokasi dan waktu yang berbeda, bersama Axel Disasi. Kondisi ini membuat statusnya seolah berada di luar lingkaran utama tim.
Bagi Sterling, keterasingan ini menjadi pukulan berat. Pemain yang pernah menjadi andalan di level tertinggi kini harus menunggu kepastian masa depan, sembari melihat rekan-rekannya berjuang tanpa dirinya di Stamford Bridge.
AYO DUKUNG TIMNAS GARUDA, sekarang nonton pertandingan bola khusunya timnas garuda tanpa ribet, Segera download!
![]()
Datangnya Sosok Pembawa Harapan
Pergantian pelatih membuka secercah peluang baru bagi Sterling. Liam Rosenior, yang kini memimpin Chelsea, menunjukkan pendekatan berbeda dari pendahulunya. Ia secara terbuka menyatakan niat untuk berbicara langsung dengan para pemain yang tersisih, termasuk Sterling dan Disasi.
Rosenior menegaskan rasa hormatnya terhadap perjalanan karier Sterling yang panjang dan penuh prestasi. Ia ingin memahami situasi secara menyeluruh sebelum mengambil keputusan, bukan sekadar melanjutkan kebijakan lama tanpa evaluasi.
Pendekatan ini memberikan harapan bahwa pintu tim utama belum sepenuhnya tertutup. Dialog langsung antara pelatih dan pemain menjadi langkah awal untuk memulihkan kepercayaan yang sempat hilang.
Baca Juga: Raheem Sterling Ingin Tinggalkan Chelsea: Pilih Kepindahan Permanen di Tengah Minat Klub Lain
Antara Bertahan atau Pergi

Meski peluang kembali terbuka, masa depan Sterling masih diliputi tanda tanya. Ketertarikan dari klub lain mulai muncul, menandakan bahwa ia masih memiliki nilai di mata tim Eropa. Namun, keterbatasan regulasi peminjaman pemain asing membuat proses kepindahan tidak mudah.
Chelsea sendiri berada dalam fase evaluasi besar. Dengan banyaknya pemain baru yang didatangkan, persaingan di lini depan semakin ketat. Kondisi ini menuntut Sterling untuk membuktikan bahwa ia masih layak menjadi bagian dari proyek klub.
Keputusan akhir kemungkinan besar akan bergantung pada hasil pembicaraan dengan Rosenior. Apakah ia memilih bertahan dan memperjuangkan tempatnya, atau mencari awal baru di klub lain, semuanya masih terbuka.
Filosofi Baru Tanpa Belanja Panik
Rosenior menegaskan bahwa fokus utamanya bukan langsung berburu pemain baru. Ia percaya solusi terbaik sering kali sudah ada di dalam tim, asalkan diberi kesempatan dan kepercayaan yang tepat. Pendekatan ini kontras dengan kebiasaan Chelsea yang kerap aktif di bursa transfer.
Chelsea memang telah menyiapkan sejumlah rekrutan untuk masa depan, tetapi untuk saat ini, Rosenior ingin memaksimalkan potensi pemain yang ada. Ia menilai evaluasi internal jauh lebih penting sebelum mengambil langkah besar di bursa Januari.
Dengan posisi klasemen yang belum ideal, keputusan Rosenior akan sangat menentukan arah Chelsea ke depan. Bagi Sterling, filosofi ini bisa menjadi jalan terakhir untuk membuktikan diri dan menulis ulang kisahnya bersama The Blues. Simak terus pembahasan sepak bola terupdate lainnya hanya di goaledn.com.
