Raheem Sterling kini memprioritaskan kepindahan permanen dari Chelsea di tengah musim transfer Januari 2026. Pemain berusia 31 tahun ini tengah mencari klub baru setelah posisinya di Stamford Bridge semakin terpinggirkan.

Meskipun Enzo Maresca telah meninggalkan jabatan sebagai pelatih kepala Chelsea pada awal Januari, situasi Sterling diyakini tidak akan berubah secara signifikan. Ia telah lama merasa diabaikan dalam skema tim utama, sehingga langkah pindah dianggap sebagai pilihan terbaik untuk melanjutkan karier.
Sterling menegaskan bahwa ia tidak tertarik dengan opsi pinjaman jangka pendek. Tawaran dari West Ham, misalnya, ditolak karena bersifat sementara. Pemain sayap asal Inggris ini ingin kepastian dengan kepindahan permanen agar bisa membangun kembali kariernya.
AYO DUKUNG TIMNAS GARUDA, sekarang nonton pertandingan bola khusunya timnas garuda tanpa ribet, Segera download!
![]()
Minat dari West Ham dan Fulham
Selain West Ham, Fulham juga menunjukkan minat untuk merekrut Sterling. Klub yang berkompetisi di Premier League tersebut sebelumnya sempat menjajaki kesepakatan pada musim panas lalu dan kemungkinan akan mengulangi pembicaraan di Januari ini.
Sterling lebih memilih tetap berada di London, sehingga kepindahan ke salah satu klub ibukota akan memudahkan adaptasinya. Ia terbuka untuk mempertimbangkan klub lain, asalkan kesepakatan bersifat permanen dan sesuai dengan harapannya.
Dengan statusnya yang masih memiliki 18 bulan kontrak di Chelsea, Sterling memiliki posisi tawar. Chelsea sebelumnya membayar 47,5 juta pound untuk memboyongnya dari Manchester City pada 2022, sehingga klub berharap bisa mendapatkan kompensasi yang layak.
Baca Juga: Manchester City Hampir Selesaikan Transfer Antoine Semenyo
Situasi Sterling di Chelsea

Selama masa Maresca, Sterling masuk ke dalam kelompok yang dijuluki ‘pasukan bom,’ yaitu sekumpulan pemain yang dianggap tidak lagi dibutuhkan di tim utama. Akibatnya, ia berlatih terpisah dari rekan-rekannya.
Paruh kedua musim lalu, Sterling sempat dipinjamkan ke Arsenal. Meski tampil dalam 28 laga, ia hanya mencetak satu gol, menandakan performanya belum mencapai level terbaiknya. Kondisi ini memperkuat keinginannya untuk mencari klub yang bisa memberikan jam bermain reguler.
Gaji Sterling di Chelsea diperkirakan sebesar 325 ribu pound per minggu, sehingga klub baru harus mampu menyesuaikan finansial jika ingin mengamankan jasanya.
Tantangan dan Peluang Karier Baru
Langkah meninggalkan Chelsea adalah kesempatan bagi Sterling untuk memulai babak baru. Ia berharap dapat menemukan tim yang memberikan kepercayaan dan menit bermain yang cukup untuk menunjukkan kualitasnya.
Pilihan pindah permanen juga memungkinkan Sterling fokus pada performa jangka panjang, bukan hanya sementara. Dengan beberapa klub Premier League tertarik, Januari 2026 bisa menjadi momen penting untuk menentukan masa depannya.
Sterling kini dihadapkan pada keputusan krusial: bertahan di Chelsea yang menempatkannya di pinggir lapangan, atau pindah ke klub baru untuk membuktikan kemampuan di level tertinggi. Nantikan terus kabar terbaru seputar sepak bola menarik lainnya hanya di goalsaleov.com.
